Rahasia Riyadhoh Ayat Kursi

Rumah Singgah Hati Yang Lelah

Assalamualaikum Wr.Wb

Setiap orang dalam menjalani hidup selalu ingin dan berharap ada perubahan nasib yang menuju arah perbaikan dan peningkatan kualitas hidup. Baik ditinjau dari sisi ekonomi maupun keuangan. Yang saat ini masih repot dengan ekonomi dan keuangan ingin bisa sejahtera. Yang saat ini sudah sejahtera ingin bisa lebih mapan lagi. Dan tentunya itu yang anda inginkan dan anda harapkan. Intinya setiap orang ingin menjadi orang sukses dunia akhirat.

Hal ini sangat wajar dikarenakan semua berhubungan dengan beban biaya hidup. Terutama biaya hidup yang paling mendasar yaitu kesehatan dan pendidikan. Karena kesehatan dan pendidikan adalah modal utama untuk mencari rezeki Allah.

Mengenai merubah nasib hidup Allah berfirman :

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka " (QS. Ar Ra'd ayat 11)

Arti tersurat yang terkandung dari ayat di atas sudah sangat jelas bahwa pada intinya manusia wajib Mandiri, Swakarsa dan Swadaya di dalam berupaya dan berusaha untuk memperbaiki dan merubah nasib hidupnya tanpa bergantung kepada makhluk Allah yang lain.

Allah membenci terhadap hamba-hamba-Nya yang hanya berharap belas kasihan dan meminta-minta tanpa ada upaya serta usaha. Karena Allah tahu bahwa mental miskin lebih berbahaya daripada miskin harta. Dalam hidup semua perlu perjuangan dan pengorbanan. Oleh karena itulah tidak ada yang gratis di dalam hidup.

Sedangkan arti tersirat dari ayat di atas ada di telapak tangan anda yaitu berupa rahasia garis tangan. Silahkan genggamkan tangan anda, dan anda lihat jumlah garis tangan yang ada di dalam genggaman anda. Jumlah garis tangan yang ada dalam genggaman anda lebih banyak dibandingkan yang ada di luar genggaman tangan anda.

Garis tangan yang ada dalam genggaman itulah bagian yang harus anda upayakan dan usahakan. Sedangkan yang diluar genggaman tangan anda adalah bagian dari rahasia Allah. Jadi, di sini artinya anda memiliki tanggung jawab penuh untuk mengupayakan, mengusahakan dan menentukan semua yang berhubungan dengan nasib hidup anda sendiri.

Kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup anda adalah sepenuhnya tanggung jawab anda. Sukses atau gagal tentang hidup anda sepenuhnya menjadi tanggung jawab anda, bukan orang lain apalagi Allah. Jadi tidak semua yang berhubungan dengan nasib hidup merupakan bagian yang sudah menjadi ketentuan dan ketetapan Allah.

Tetapi ada bagian dari takdir nasib hidup yang masih bisa untuk diubah dan diperbaiki sebagai bagian dari tanggung jawab hidup anda dengan melalui perjuangan dan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan materi/uang yang disertai dengan usaha (ikhtiar).

Dan hanya sedikit orang yang memiliki keyakinan bahwa takdir nasib hidup masih bisa diperbaiki dan diubah. Jadi sangat wajar bila di dunia ini hanya sedikit orang yang bisa memperbaiki dan merubah nasib serta meningkatkan kualitas hidupnya. Karena memang hanya sedikit orang yang mau bersungguh-sungguh untuk berjuang dan berkorban dalam upaya dan usaha (ikhtiar) untuk memperoleh apa yang diinginkannya dan apa yang menjadi hajatnya.

Seperti firman Allah :

"Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya/dikerjakannya" (QS. An Najm ayat 39)

Di dunia ini hanya sedikit orang yang diberikan nasib baik dengan kemudahan dan kelancaran di dalam memperoleh rezeki, kesuksesan, kemulyaan, kekayaan, keberlimpahan dan keberkahan di dalam hidup, tapi sebagian yang lainnya masih diberi nasib yang belum baik.

Jika boleh memilih, tentunya anda akan memilih menjadi bagian dari orang yang bernasib baik, dengan selalu diberi kemudahan dan kelancaran di dalam setiap upaya dan usaha (ikhtiar) untuk memperoleh rezeki, kesuksesan, kemulyaan, kekayaan, keberlimpahan dan keberkahan di dalam hidup.

Tapi bagaimana jika saat ini anda berada di golongan orang yang masih belum bernasib baik? Ekonomi belum mapan, keuangan belum stabil, belum menemukan peluang usaha dan peluang bisnis yang tepat dan cocok, usaha dan bisnis belum lancar bahkan mungkin gagal karena kalah bersaing, kekayaan habis untuk modal usaha dan modal bisnis, karier pekerjaan belum jelas, jodoh dan pasangan hidup belum juga ada, dan masih banyak lagi masalah hidup yang lainnya. Dari semua itu benarkah takdir nasib hidup bisa diperbaiki dan diubah ?

Jika nasib hidup tidak bisa diperbaiki dan diubah tentunya Allah tidak akan menurunkan ke dua ayat diatas. Maha benar Allah, dan janji Allah itu pasti adanya !

Yang perlu diketahui bersama bahwa nasib hidup tidak bisa dijangkau oleh logika dan nalar semata. Rumus ilmu apa pun tidak akan bisa menghitung secara pasti tentang takdir dan nasib hidup.

Karena takdir dan nasib hidup memang bukan bagian dari logika, nalar, cara berpikir dan pola pikir. Takdir dan nasib hidup adalah bagian dari Rahasia Allah.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) ” (QS. Al An'am ayat 59 )

Dan rahasia Allah hanya bisa dijangkau dengan apa yang ada dalam diri anda yang disebut dengan Batin. Batin-lah yang bisa memasuki dan membuka rahasia Allah tersebut. Silahkan anda renungkan dan resapi perihal dibawah berikut.

Jika anda mau jujur pada diri sendiri tentunya akan mengakui bahwa saat ini  perjalanan hidup tidaklah mudah. Banyak sekali beban masalah hidup yang harus dihadapi. Saat ini hidup penuh dengan kompetisi dan persaingan yang sangat ketat dalam hal usaha, bisnis, karier pekerjaan, jodoh dan lain sebagainya yang berhubungan dengan hajat hidup.

Ditambah pula biaya hidup dan beban ekonomi yang tinggi semakin membuat batin anda tertekan dan seringkali anda harus menghela nafas panjang untuk melepaskan sejenak beban hidup. Pikiran pun juga mengalami kebuntuan mencari jalan keluar terhadap solusi hidup.

Anda tidak tahu musti harus bagaimana dan berbuat apa lagi untuk mengatasi permasalahan dalam hidup anda. Seakan nasib baik dan keberuntungan telah pergi jauh meninggalkan anda. Sehingga anda mengalami lelah fisik, pikiran dan hati yang amat sangat.

Sebagai gambaran apakah saat ini anda mengalami salah satu dari hal-hal berikut ini :

 Apakah masalah selalu bersahabat dengan hidup anda (selalu sial)?

 Apakah hidup anda gali lubang tutup lubang?

 Apakah ekonomi rumah tangga anda tetap tidak ada perbaikan?

 Apakah ketentraman dan harmonisasi rumah tangga anda bermasalah?

 Apakah bisnis dan usaha anda selalu gagal?

 Apakah bisnis dan usaha anda selalu kalah bersaing?

 Apakah anda belum menemukan peluang usaha atau peluang bisnis?

 Apakah toko atau warung anda sepi pembeli?

 Apakah karier pekerjaan anda tidak ada peningkatan?

 Apakah anda belum juga mendapatkan pekerjaan?

 Apakah anda belum juga mendapatkan jodoh?

Apakah sekian tahun ber-rumah tangga anda belum dikaruniai anak?

Dan tentunya masih banyak lagi pertanyaan "apakah" yang lain yang ada dalam hidup anda berkaitan dengan masalah hidup. Dan anda seolah-olah menjalani hidup ini seperti tidak mempunyai pilihan lain, anda menjalaninya dengan keterpaksaan.

Mau tidak mau tetap harus dikerjakan, suka tidak suka harus dijalani, enak tidak enak harus diterima. Sehingga seringkali membuat anda menjadi menyerah pada suatu keadaan dan menyerah pada nasib hidup. Hidup anda mengalir begitu saja.

Sementara hidup adalah perjuangan dan hidup adalah pilihan. Anda berhak  memperjuangkan hidup anda sesuai dengan pilihan anda selama tidak melanggar norma agama maupun norma sosial. Di dalam perjuangan hidup yang sudah menjadi pilihan tentunya membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan materi/uang.

Yang namanya hidup jika ada masalah itu wajar, karena memang tidak ada yang sempurna dalam hidup. Tapi jika masalah itu terus menerus datang membebani hidup anda tanpa adanya tanda-tanda perbaikan dan perubahan menuju peningkatan dalam kualitas hidup apa itu bisa juga dikatakan wajar? Sementara segala daya upaya berupa usaha lahir sudah dilakukan.

Dari rumus A hingga Z, teori jaman dulu sampai yang terbaru, dan perencanaan yang sangat jeli dan matang sudah disusun dan ditata. Tapi ternyata hidup anda tetap saja tidak ada perbaikan dan perubahan. Tetap bersahabat dengan berbagai beban masalah hidup yang tak kunjung usai.

Ketidakpastian masa depan terhadap biaya hidup, beban ekonomi, keuangan, karier pekerjaan, usaha, bisnis, rumah tangga, keluarga, jodoh, pasangan hidup dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan itu membuat anda semakin bingung, khawatir, putus asa, frustasi, stress dan depresi.

Apakah ini dikarenakan sikap dan perbuatan anda kurang baik terhadap sesama? Saya yakin sikap dan perbuatan anda terhadap sesama sangat baik. Anda suka menolong dan membantu terhadap sesama.

Apakah anda kurang berusaha? Anda pasti sudah berusaha maksimal dalam hidup anda yang berkenaan dengan ekonomi, keuangan, rumah tangga, pekerjaan, usaha, bisnis dan semua yang ada dalam hidup anda.

Apakah anda tidak pernah sedekah? Tentu saja anda sudah selalu melakukannya untuk berbagi rezeki terhadap sesama. Karena sedekah membawa berkah.

Apakah ini karena anda kurang bersyukur? Dan anda termasuk dalam golongan hamba Allah yang kufur nikmat? Saya sangat yakin tidak kurang-kurang rasa bersyukur anda.

Apakah anda tidak pernah berdoa? Selaku umat beragama tentunya anda tidak pernah meninggalkan doa dalam setiap aktifitas anda sehari-hari.

Dapat disimpulkan hal-hal seperti dibawah ini semua sudah anda lakukan :

Berbuat Baik        

Doa                         

Usaha ( Ikhtiar )    

Sedekah                

Bersyukur             

Tapi mengapa NASIB BAIK belum menghampiri anda ? Dan beban masalah hidup masih tetap saja berat untuk dijalani ? Sementara waktu terus berjalan dan usia anda semakin bertambah. Waktu tidak pernah peduli siapa anda dan apa yang akan terjadi pada anda, karena waktu terus berjalan sesuai dengan kodrat dan takdir yang sudah ditentukan Allah.

Sampai kapan anda akan terus seperti ini ?

Otak dan Logika serta kata-kata motivasi diri tidak cukup untuk memperbaiki dan merubah nasib hidup anda untuk menjadi lebih baik..! Karena semua kata-kata motivasi dan logika hanyalah wujud dari Ikhtiar Lahir..!

Lantas apa yang anda Perlukan dan Butuhkan untuk mengatasi semua beban masalah hidup yang sedang anda alami seperti sekarang ini ?

Munajat Pertolongan Allah

dengan

Amalan Sapu Jagat

 <